Subscribe:

Senin, 25 Maret 2013

Senam Jantung Sehat (2)





Kegiatan utama KJS dalam rangka preventif dan rehabilitatif adalah melakukan Senam Jantung Sehat (SJS). Keistimewaan dari KJS ini adalah melakukan senam dengan metode latihan yang baik, benar, teratur, terukur, terarah dan terawasi bagi siapa saja yang menjalani latihan.

Sistem ini bukan hanya ditujukan kepada mantan penderita penyakit jantung dan pembuluh darah, tetapi juga bagi peserta yang sehat dalam arti jantungnya tidak pernah mengalami gangguan, atau tanpa ada kelainan pada pembuluh darahnya, juga diwajibkan menjalani ketentuan tersebut.

Senam Jantung Sehat Seri 4                                                                                               


Pada prinsipnya latihan bersifat erobik dengan mengutamakan pemakaian oksigen yang terdapat di udara. Latihan tersebut menggunakan sebagian otot-otot besar di kaki maupun tangan. Dengan sifatnya yang dinamis/bergerak, latihan itu bertujuan meningkatkan aliran darah di jantung, paru, otak, tangan dan kaki bahkan seluruh tubuh. Peningkatan aliran darah ini akan meningkatkan pula daya tahan jantung dan paru, sehingga orang yang berlatih menjadi lebih bugar.

Aliran darah yang meningkat dapat menjaga pembuluh darah tetap lentur, selain mencegah bahkan memperbaiki proses penyempitan. Selain itu turut mencegah penggumpalan darah, meningkatkan kadar kolesetrol baik, termasuk mencegah timbulnya aritmia dan stres.

Latihan yang dilakukan setiap peserta menggunakan dosis D2U, terdiri dari D2=denyut nadi 200 dan U=Umur sebagai rumus sederhana untuk menentukan nadi latihan. Denyut nadi maksimal adalah D2U = 200 – Umur. Sedangkan denyut nadi minimal, ¾ x D2U. Untuk denyut nadi optimal, D2U – 10.

Kepada setiap anggota disarankan untuk berlatih di antara mininal dan optimal atau sampai maksimal, tetapi tidak perlu melampaui batas maksimal. Mereka pun dilatih tentang cara menghitung denyut nadi masing-masing. Berdasarkan buku petunjuk tersebut, setiap anggota merasa aman serta menikmati program latihan karena mempunyai arah yang baik, benar, teratur, terukur, terarah, dan terawasi.



Senam Jantung Sehat Seri 5                                                                                               



Dari pemeriksaan kesehatan akan diketahui, apakah anggota tersebut sehat, atau justru memiliki faktor risiko berupa tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus), kelebihan berat badan (obesitas), merokok, stres, atau menderita gangguan jantung maupun penyakit lainnya.

Program latihan diarahkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani (fitness), sekaligus mengatasi faktor risiko penyakit. Evaluasi dilakukan dengan tes lapangan (aerobik) yang memakai metode Cooper berupa lari – jogging 2,4 km, atau 12 menit, atau tes jalan, sehingga bisa diketahui kondisi kebugaran awal.

Setiap anggota diarahkan untuk mencapai tingkat kebugaran BAIK. Tes dilakukan secara berkala sesuai dengan tingkat kepatuhan latihan dan hasil latihan, umumnya setiap 3 bulan dan optimal setiap 6 bulan. Setelah mencapai kategori BAIK, peserta boleh memilih program pemeliharaan dengan nilai aerobik per minggu minimal 30.

No    Jarak       frekuensi per minggu     Nilai                      Waktu (menit)
1.     3,2 km     (8 lap)                           24.01 – 30.00         6 x 30 
2.     4,8 km     (12 lap)                         36.01 – 45.00         4 x 32 
3.     6,4 km     (16 lap)                         48.01 – 60.00         3 x 33 
4.    6,4 Km     (16 lap)                         60.01 – 80.00         5 x 30
Keterangan: 1 lap = 400 meter, satu keliling lapangan bola

Dengan demikian, setiap anggota sesuai dengan umurnya, akan mampu mencapai program pemeliharaan tersebut, apakah melalui berlari, joging, atau berjalan kaki.

Setiap akan berlatih, mereka memulainya dengan berdoa, menghitung denyut nadi, dilanjutkan dengan pemanasan, latihan inti, pendinginan, diakhiri dengan berdoa kembali. Berarti, pemeliharan fisik, kejiwaan, dan spiritualitas selalu terbina.



Sumber :