Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Kamar Api

  • Senin, 15 April 2013
  • rani nuralam
  • Label: ,


  • Dalam lambaian telapak kaki seorang perempuan yang kau kira adalah usus besarku, sebenarnya masih ada cerita yang tersisa, kamar api membakar semua mimpi.

    Abu dan seluruh asap yang tertumpah, dan secangkir dahak hitam pengganti tuak hitam, habis aku bagi-bagikan pada seekor belalang, cicak, dan anjing yang memaksa masuk ke kamar kita, kamar api. Uap, terlukis juga ejaan api.

    Kamar api membara
    Membara
    Kamar
    Api

    Dan lambaian itu seperti jilatan api. Ada terasa olehku betapa peluh kita akhirnya kering disalai berpuluh – puluh bara yang merekah
    Merah …
    Sepekat darah …

    Menjelma kabut,

    Ai … ai … ai.., jangan nak memaksa masuk
    Kamar api telah penuh dengan panas api.



    Ellyzan Katan, Ranai, 27 Juli 2008
    (c) Copyright 2010 lampu bunga. Blogger template by Bloggermint