Subscribe:

Jumat, 06 Mei 2011

Cirebon - Kuningan, Jawa Barat

Perjalanan wisata ke Kota Udang . Inilah beberapa tempat yang dikunjungi waktu itu. Yuk kita telusuri bareng!

TARGET NGELAYAP
Kacra Bodas. Salah satunya ada sekitar tiga kilometer dari Ibukota Kabupten Kuningan, di Desa Cibulan. Sebagai kolam pemandian, pengunjung bisa berenang bareng ikan kacra bodas/ikan dewa (Labeobarbus Dournesis) yang langka itu.

Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa di beberapa tempat macam Kolam Darmaloka, Cigugur, Linggarjati dan Pasawahan ikan kacra bodas dikeramatkan; bahwa ikan - ikan tersebut penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi berabad - abad yang lalu. Malah konon jumlah ikan kacra bodas dari tahun ke tahun tak pernah bertambah atau pun berkurang. Seolah ikan - ikan tersebut tidak pernah mati atau menurunkan generasi. Keunikan lainnya terlihat saat kolam dibersihkan, masyarakat sekitar sekali waktu lihat ikan - ikan yang ada di kolam tersebut menghilang. Mereka percaya bahwa ikan - ikan tersebut berpindah lokasi ke kolam - kolam keramat lainnya yang ada di Kuningan.

Biarpun pengunjung bisa mandi bersama ikan dewa di tempat rekreasi Cibulan, tapi perlakuan khusus terhadap kacra bodas tetap dipertahankan. Paling tidak bisa dilihat dari kekhidmatan sang pawang berkomat - kamit menenangkan seekor kacra bodas yang hendak ditampilkan dalam "sesi foto" bersama seorang pengunjung. Sebab bila tidak begitu, si ikan belum tentu anteng saat pengunjung hendak pasang aksi bersama sang ikan dewa. Menarik sekali!

Di tempat wisata itu juga ada 7 sumur yang dikeramatkan pula. Rupa ketujuh sumur itu tidak benar - benar menyerupai sebuah sumur, hanya berupa mata air dan pancuran dengan air yang jernih dan segar.


Museum Linggarjati adalah tempat tujuan wisata wajib bila pelesir ke sini. Sejarah sudah mencatat udara kemerdekaan yang kita hirup ini adalah bagian panjang dari perjuangan leluhur kita di masa lalu. Berada di sana seakan kembali ke masa lalu. Bukan lagi dari buku sejarah yang isinya sudah ditanamkan sejak kita SD, tapi kini menyaksikan sendiri peninggalan - peninggalan bersejarah itu : perabot yang sama, ranjang para delegasi Indonesia dan Belanda, foto - foto yang menggambarkan momen tersebut, foto - foto para tokoh yang terlibat.

Siapa sangka pengaturan posisi kursi para anggota perundingan yang terjadi tanggal 10 - 13 November 1946 itu masih dipertahankan. Cek diorama!
Para delegasi 
Masih mau tahu lainnya? ... Datangi saja sendiri Museum Linggarjati ini. Museum ini terletak di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa ini terletak di ketinggian 400 meter di atas permukaan air laut. Beriklim sejuk. Desa ini berbatasan dengan Desa Linggasana di sebelah selatan, sebelah timur berbatasan dengan Desa Linggarmekar, sebelah utara berbatasan dengan Desa Lingga Indah dan sebelah barat berbatasan dengan Gunung Ciremai. Dari arah Cirebon kurang lebih 25 km, sedangkan dari arah Kuningan kurang lebih 17 km. Tidak sulit sampai ke sana. Dari pemberhentian elf, kami naik ojek ke museum dengan ongkos lima ribu perak permotor. 

Gua Sunyaragi. Kesan mistikus dan syahdu merambati saat berada di sana. Kami tiba petang hari sekitar pukul 16.00 dan keadaan sudah mulai sepi pengunjung. Di satu sisi suasana senyap dan aroma gaib berhembus karena cerita seorang teman, di sisi lain dalam waktu yang berbeda, pemandu kami memaparkan fungsi - fungsi tiap bilik di tempat yang dulunya adalah istana itu.  Paparan kemegahan, kemisteriusan, dan kerelijiusan masa lalu sungguh sulit dibandingkan melihat sisa artefak tak sempurna itu. Tapi jadinya malah asyik berkelana dalam imaji, seperti tengah memasuki dunia dongeng tentang para bangsawan pada masanya.

Menilik sekilas sejarahnya, tak banyak catatan tertulis mengenai Gua Sunyaragi. Satu - satunya buku yang dijadikan landasan menggali informasi yang terpercaya tentang tempat itu adalah Purwa Carabuna Nagari (1720) karya Pangeran Arya Carbon. Di situ dinyatakan bahwa Tamansari Gua Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Kararangen yang merupakan nama lain Pangeran Arya Carbon. Dengan kata lain, situs itu adalah peninggalan tiga abad yang lalu! Fantastis!

Adapun tujuan utama didirikannya Gua Sunyaragi atau Taman Air Sunyaragi atau Taman Sari Sunyaragi adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. Kata "Sunyaragi" berasal dari bahasa Sansekerta 'sunya' artinya sepi dan 'ragi' artinya raga.  Jadi dapat dipahami mengapa tempat itu dijadikan tempat 'menyepi' karena sesuai arti kata 'sunyaragi' itu sendiri.

Nah, kalau mau menuju objek cagar budaya ini, langsung saja melipir ke sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon. Gampang dijangkau kok!

Keraton Kasepuhan. Apa yang ada dibalik gapura antik berbata merah di Keraton Kasepuhan itu? Jauh - jauh menuju keraton yang berada di Jl. Keraton Kasepuhan No.43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat yang didapat cukup banyak. Kompleks keraton yang menguarkan aroma supranatural, tampak tradisional dan menawan.

Tiket masuk tiga ribu rupiah saja. Di sana tersedia pemandu yang merupakan abdi dalem keraton. Mereka mengenakan seragam khas : berbeskap dan berblangkon. Kalau di Jakarta para pria yang mengenakan pakaian seperti itu cuma saat acara - acara penting di gedung pertemuan seperti perhelatan pernikahan. Sambutan begitu, bikin kami ini seakan tamu agung. Tapi, tentu saja, keramahan mereka tidak tercakup dalam tiket seharga tiga ribu rupiah jadi harus disiapkan dana khusus buat menyewa jasa mereka.

Mesjid Merah. Dari Keraton Kasepuhan kami bertolak ke Mesjid Merah di Panjunan naik becak dengan ongkos enam ribu perak. Mesjid ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah kaum muslimin. Tidak saja diselenggarakan kegiatan Shalat Jumat, tapi juga hari raya Islam macam Idul Fitri dan Idul Adha. Gapura mesjid sama persis dengan gapura yang ada di Keraton Kasepuhan, dan di Mesjid Merah ini menandai akhir jalan - jalan di Cirebon - Kuningan, Jawa Barat.

Catatan :
Pecahan dua ribu dan lima ribu uang Republik Indonesia perlu disiapkan lebih banyak untuk keperluan mendadak. Sebab musababnya adalah pihak pengelola di beberapa obyek wisata di Cirebon itu menyediakan semacam mangkuk agar pengunjung berpartisipasi menyumbang dana perawatan tambahan.

KULINER LHA YAW!
Namanya juga wisata budaya, terkesan serius, padahal kami nyante. Sekarang giliran  ngomongin kuliner! Nasi jamblang pilihan nomor satu begitu kaki kami memijak tanah Cirebon. Di depan stasiun Cirebon ada beberapa warung makan yang menyediakan menu ini. Berhubung Warung Nasi Jamblang Mang Dul nun jauh di sana dan gara - gara mata siwer sampai - sampai Warung Nasi Jamblang Mang Darma nggak kelihatan di seputaran stasiun itu, jadi yang kami tuju yang ada saja, dan ... apapun makan siang pada sore itu bikin kami duduk manis menyantap hidangan. Hmmmm nikmatnya! ...

Biar menu utama makan besar kami di sana menyantap nasi jamblang, tapi Cirebon juga terkenal dengan empal gentong, bubur sop, sate kalong, docang, nasi lengko, mie koclok, de - el - el ... Mau yang mana tinggal pilih sendiri. Tersebar dimana - mana, dari kaki lima sampai yang di gedongan. Lengkap!

Yang tak kalah aduhai adalah saat bertemu mamang - mamang penjual tahu gejrot dan es krim durian di siang hari bolong. Duh! Duh! Duh! ... Slurp...  Ini camilan waktu kami ngaso di gazebo depan Istana Kasepuhan. Jangan tanya uenaknya, dan jangan protes tentang dosa besar mengungkit es krim durian di Cirebon! ... Yang penting halal dan makyuuuuuuuuus.:P

Tahu Gejrot
Nah, apalah artinya jalan - jalan tanpa bagi oleh - oleh buat orang tercinta. Soal yang satu ini juga gampang dicari : tapai bungkus daun jambu, krupuk mlarat, Sirup Tjampolay, emping melinjo manis, terasi, kerupuk udang atau opak. Tempat yang dituju : Pasar Pagi, Pasar Kanoman, atau Toko Shinta. Untuk masalah oleh - oleh kami fleksibel saja, kami singgah di sebuah toko oleh - oleh yang ada di Kuningan karena satu rute dengan perjalanan pulang dari Museum Linggarjati. Kuningan tersohor dengan sentra kerajinan tapai bungkus daun jambu yang rasanya marem tak terkira. Jadi satu ember besar tapai bungkus daun jambu seharga Rp.45.000,00 akhirnya 'bermigrasi' ke Jakarta.

TIDUR DIMANA?
Setelah cari info ke mana - mana, hasilnya adalah daftar hotel ini:

Hotel Apita ***
Jl. Tuparec No.323
Standard : Rp.499.125
Superior : Rp.551.760,00
Deluxe : Rp.469.770,00
Junior Suite : Rp.773.190,00
Suite : Rp.968.000,00
Family Suite : Rp.1.477.410,00
Fasilitas lengkap (ada waterboom)

Hotel Asri
Satu gedung dengan Asia Supermarket
VIP Kolam : Rp.349.000,00
VIP Taman : Rp.299.000,00
Standar Kolam : Rp.259.000,00
Standar Taman : Rp.239.000,00

Hotel Aurora Baru
Jl. Siliwangi No.62 Tlp. 0231 - 233143 (dekat stasiun)
Standar : 2 bed : Rp.140.000,00
VIP : 2 bed : Rp.150.000,00
Family : 3 bed : Rp.180.000,00
Fasilitas : ac, tv, air hangat, sarapan

Bentani Hotel ***
Jl. Siliwangi 69 Tlp. 0231  - 203246
Presidential Suite : Rp.1.780.000,00
Executive Suite : Rp.1.235.000,00
Suite : Rp.885.000,00
Superior : Rp.622.500,00
Executive : Rp.565.000,00
Standar : Rp.500.000,00
Extra Bed : Rp.100.000,00
Fasilitas lengkap (ada mobil menjemput ke stasiun)

Hotel Cordova
Jl. Siliwangi No.87 - 89 Tlp. 0231 - 204677 / 0231 - 201506 (depan stasiun)
Economy Class : Rp.50.000,00
Standar Room : Rp.70.000,00
Superior Room : Rp.150.000,00
Deluxe Room : Rp.160.000,00
Special Deluxe : Rp.170.000,00
Suite Room : Rp.200.000,00
Fasilitas dari superior ke atas ber-AC

Garage Hotel ****
Jl. R.A. Kartini No.77 Tlp. 0231 - 222999 (Satu kompleks dengan Grage Mall)
Platinum : Rp.8.000.000,00
Gold Room : Rp.3.000.000,00
Silver Room : Rp.1.150.000,00
Fasilitas lengkap

Hotel Langen Sari
Jl. Siliwangi No.127 - 129 Tlp. 0231 201818 (depan alun - alun Cirebon)
Medium : Rp.200.000,00 / Rp.300.000,00
Superior : Rp.250.000,00 / Rp.400.000,00
Deluxe : Rp.300.000,00 / Rp.500.000,00
Extra bed : Rp.75.000,00

Patra Jasa Hotel & Cottage ***
Jl. Tuparev No.11 Tlp. 0231 - 209400
Deluxe : Rp.495.000,00
Super Deluxe : Rp.685.000,00
Suite Room : Rp.1.320.000,00
Extra Mattress : Rp.125.000,00
Driver (per person) : Rp.75.000,00

Penta Hotel
Jl. Syarif Abdurahman No.159 Tlp. 0231 - 203328 (satu gedung dengan Cirebon Mall, dekat pelabuhan)
Standar : Rp.275.000,00
Deluxe : Rp.320.000,00
Super Deluxe : Rp.365.000,00
Junior Suite : Rp.575.000,00
Executive Suite : Rp.675.000,00
Extra bed : Rp.100.000,00

Permata Hotel
Jl. Veteran No.0231 - 200215 (dekat SD Kebon Baru, eks Hotel Pinus)
Family : Rp.450.000,00
Superior : Rp.300.000,00
Romantic : Rp.275.000,00
Deluxe : Rp.250.000,00
Standar : Rp.200.000,00
Extra bed : Rp.65.000,00
Fasilitas standar, dekat alun - alun At - Taqwa

Prima Hotel ***
Jl. Siliwangi No.107 Tlp. 0231 - 208573 (depan balai kota, samping DPRD, dekat stasiun)
Standar : Rp.625.000,00
Superior : Rp.675.000,00
Deluxe : Rp.825.000,00
Suite : Rp.1.100.000,00
Executive Suite : Rp.1.375.000,00
Prima Suite : Rp.1.500.000,00

Hotel Puri Santika ***
Jl. dr. Wahidin SH No.32 Tlp. 0231 - 200570
Superior : Rp.765.000,00
Deluxe : Rp.945.000,00
Executive : Rp.1.215.000,00
Presidential Suite : Rp.4.215.000,00
Extra bed : Rp.230.000,00
Fasilitas ac, tv, air hangat, breakfast

Hotel Sare Sae
Jl. Siliwangi No.70 Tlp. 0231 - 206004
Deluxe : Rp.300.000,00
Superior : Rp.250.000,00
Fasilitas Standar, interior eksotik

Hotel Sidodadi
Jl. Siliwangi No.72 Telp. 0231 - 204821 (dekat stasiun, lingkungan asri)
Deluxe : Rp.300.000,00
Superior : Rp. Rp.248.000,00
Standar : Rp.203.000,00
Moderate : Rp.160.000,00
Fasilitas : ac, tv, air hangat, sarapan
 
Hotel Slamet
Jl. Siliwangi No.95 Tlp. 0231 - 203296 (depan stasiun, sederhana dan bersih)
Kelas Utama A : ac, tv, kulkas, 2 bed : Rp.175.000,00
Kelas Utama B : ac, tv, kulkas, 2 bed : Rp.150.000,00
Kelas Utama C : ac, tv, 2 bed : Rp.130.000,00
Kelas ekonomi : fan, tv, 2 bed : Rp.85.000,00
Extra bed : Rp.35.000,00

Hotel Sunyaragi (dekat Gua Sunyaragi, agak jauh dari stasiun)
Jl. Evakuasi No.65 Tlp.0231 - 484448
Petit House : Rp.425.000,00
Deluxe : Rp.300.000,00
Moderate : Rp.285.000,00
Standar : Rp.275.000,00
Driver : Rp.85.000,00

Hotel Tryas **
Jl. R.A. Kartini No.86 Tlp. 0231 - 232833
Superior : Rp.375.000,00 / Rp.250.000,00
Deluxe : Rp.500.000,00 / Ro.300.000,00
Executive : Rp.600.000,00 / Rp.350.000,00
Junior Suite : Rp.800.000,00 / Ro.450.000,00
 
Zamrud Hotel ***
Jl. dr. Wahidin No.46A, Cirebon Telp.+62 - 231 - 209400 / +62 - 231 - 207696
Deluxe Room : Rp.520.000,00 / 285.000,00
Executive Room : Rp.720.000,00 / 395.000,00
Suite Room : Rp.980.000,00 / Rp.550.000,00
Driver Room : Rp.100.000,00 / Rp.90.000,00
Extra bed : Rp.100.000,00 / 90.000,00
fasilitas lengkap ( http://zamrud-hotel.com/ )

Hotel Wisma Bahtera
Jl. Cangkring I No.7 Tlp. 0231 - 231920 (cangkring, 5m dari Jl. Kartini)
Standar : Rp.150.000,00
Deluxe : Rp.200.000,00
Fasilitas bagus dan bernuansa Bali

Dari daftar itu, pulau kapuk kami adanya di Hotel Slamet. Jalan kaki dari stasiun cuma perlu waktu 15 menitan. Penampilan hotel standar, pelayananannya tulus dan soal tarif ... ehem ... sesuai kocek.

ANGKOTBECA TOUR AND TRAVEL
Untuk sampai ke Cirebon harus ditempuh jarak sejauh 258 km dari Jakarta. Kota yang disebut Kota Wali ini terletak 108033 BT dan 6041 LS pada pantai utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur + 11 km, dengan ketinggian dari permukaan laut + 5m (termasuk dataran rendah).

Titik keberangkatan adalah Stasiun Gambir pada hari Jumat, 4 Maret 2011. Pukul 12.43 Kereta Api Cirebon Ekspress mengantar kami ke tempat tujuan. Ada dua pilihan tiket kalau naik KA Cirex. Untuk kelas eksekutif, harga tiket adalah Rp.90.000,00, sementara di kelas bisnis penumpang dikenai cas Rp.70.000,00. Pelayanan dari pihak PJKA memudahkan konsumen melakukan pembelian tiket. Waktu itu, tiket dipesan via telepon sehari sebelum keberangkatan. Pelunasan via transfer ATM dengan tenggat 2 jam sebelum jam keberangkatan. Setelah urusan pembayaran selesai, struk diserahkan ke loket untuk ditukar dengan nomor kursi.

Waktu hendak kembali ke Jakarta, jangan coba - coba beli tiket KA pada hari H. Alamat nggak kebagian! Karena itulah yang harus kami alami, dan terpaksa naik bus dari Terminal Harjamukti. Ceritanya sih, bus AC Eksekutif jurusan Cirebon - Pulo Gadung, tapi apa daya ... begitulah kalau naik bus antarkota antardaerah itu, masih seputar bus ngetem, dan penjejalan penumpang dengan sengaja dalam bus oleh pihak - pihak tak bertanggung jawab.

Kendati begitu, transportasi di Cirebon - Kuningan terbilang mudah. Untuk urusan ngelayap dari satu lokasi wisata ke lokasi wisata berikutnya jadi relatif gampang. Di antara beberapa transportasi umum yang tersedia, kami naik kendaraan elf, angkot, becak dan ojek silih berganti, dan dalam sehari bisa tiga lokasi wisata yang disambangi. Memang kelihatan tidak praktis, tapi seru aza koq! Yang penting, kalau mau naik becak atau ojek jurus bersilat lidah mesti dikeluarkan!

Selamat berwisata!


Terima kasih buat Endeh KD